Dr. Ngatawi Al-Zastrouw:

“Film Qodrat 2 Representasi Pelajaran Tasawuf”

Konten Islami. Pria yang sering tampil dengan blangkon secara resmi menjadi bagian Keluarga Besar MAGMA Entertainment sejak namanya tercantum pada opening credit film Qodrat (2022). Dr. Ngatawi Al-Zastrow adalah tokoh budaya Nahdatul Ulama (NU) yang menerima ‘lamaran’ Charles Gozali, sutradara Qodrat dan Qodrat 2 untuk ikut menjaga konten Islami, bacaan doa-doa dan penggunaan ayat-ayat Al Quran dalam kedua film tersebut.

Kedekatan MAGMA dengan Mas Zastrouw sudah berlangsung sejak film SOBAT AMBYAR yang langsung tayang di NETFLIX yang digarap setahun sebelum MAGMA merilis QODRAT. Menrut Charles, saat masa persiapan menggarap Sobat Ambyar, Tim MAGMA memerlukan bertemu dengan Alm. Didik Kempot, mengingat Film Sobat Ambyar terinspirasi dari lagu-lagu karya ciptanya. Kesibukan Mas Didik yang padat, membuat upaya Tim MAGMA membangun komunikasi terkait produksi Sobat Ambyar menemui kebuntuan, padahal produksi harus berjalan. Di saat inilah, Tim MAGMA berjumpa dengan Mas Zastrouw yang menawarkan untuk menyambungkan silahturahmi dengan Mas Didik yang pada akhirnya memungkinkan film SOBAT AMBYAR terwujud.

Tasawuf. “Film Qodrat dan Qodrat 2 ini sebetulnya merupakan representasi pelajaran tasawuf,” Ulas Mas Zastrouw di hadapan Charles dan Imron saat menyaksikan draft kasar film QODRAT 2. “Formalisme agama (ibadah lahir) tidak bermakna apapun jika tidak diiringi dengan keikhlasan dan sikap berserah diri pada Allah,” tegasnya di ruang preview MAGMA. Menurutnya, kalangan akademis seperti mahasiswa dapat menjadikan film ini sebagai bahan kajian ilmiah. Selain sebagai pelaku budaya, Mas Zastrouw tercatat juga sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Agama Islma Nahdlatul Ulama (STAINU) sehingga analisanya sebagai akademis menjadi bagian yang melekat. Pada masa pemerintahan Presiden Gus Dur, Mas Zastrouw dikenal publik sebagai salah satu pendamping Presiden Abdurrahman Wahid.

Diskusi-diskusi semacam inilah yang membuat kehadiran Mas Zastrouw dalam Tim MAGMA lebih dari sekadar penasehat kandungan Islami dalam film produksi MAGMA. “Selain mengawal konten Islami dan penempatan doa dalam film, Mas Zastrouw ikut juga berperan dalam menyusun rapalan mantra yang digunakan dalam film,” tutur Imron Ayyikayu, Co Director dalam sejumlah film produksi MAGMA. Dia mencontohkan rapalan mantera Mbah Sarap dalam film Tumbal Darah, rapalan dukun Safih dalam Qodrat 2 adalah ‘kreasi’ Mas Zastrouw. “Hal ini untuk menjaga agar rapalan yang digunakan tidak asal bunyi atau asal baca. Ada akar budaya dalam kalimat rapalan mantera tersebut, selain juga agar mantera tersebut tidak benar-benar memanggil entitas negatif.”

Deg Degan. Imron sendiri punya pengalaman saat mendapatkan bimbingan Mas Zastrouw untuk menghindari wilayah gaib saat syuting Qodrat (2022). “Waktu itu kami sedang persiapan syuting adegan di rumah Yasmin,” kisah lelaki asal Pekalongan yang sudah puluhan tahun terlibat dalam produksi MAGMA. Tiba-tiba Mas Zastrouw menelponnya dan memintanya menghindari wilayah tertentu di dalam rumah agar tidak dipergunakan syuting, karena penunggunya tidak berkenan. Dirinya juga diminta untuk membacakan ayat-ayat ruqyah seperti Ayat Qursy, Al Ikhlas, Al Falaq dan Al Ikhlas di wilayah tersebut. “Beliau meminta agar saya melakukannya sendirian. Jadilah saya membaca sambil deg-degan, mana kejadiannya malam hari.” (h@r)