Charles Gozali: Pencak Silat Dapat Lebih Optimal Tampil Di Layar Lebar
Potensi. Sutradara Qodrat 2, Charles Gozali menegaskan seni bela diri pencak silat dapat lebih optimal tampil di layar lebar, jika ekosistem pencak silat dibina secara konsisten dan berkesinambungan. Dia menyampaikannya dalam talkshow “Potensi dan Prospek Pencak Silat di Layar Film” dalam acara Kasundan International Silat Camp (KISC) 2025, di Garut, Jawa Barat. Selain Charles, ikut berbincang dalam talkshow tersebut Cecep Arif Rahman, Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan sebagai aktor dan pelaku seni beladiri ini yang telah ikut menggaungkan pencak silat dalam sejumlah film yang mereka bintangi antara lain The Raid, Star Wars dan John Wick III. Charles mengharapkan, pemerintah menyokong kesenian pencak silat agar kembali dekat dengan publiknya, misalnya dengan memasukkan kembali kesenian ini sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah. “Kita juga punya Gedung Padepokan Pencak Silat yang dapat dimanfaatkan untuk event nasional atau internasional seperti Kasundan International Silat Camp ini.”
Selama dua hari, tanggal 7 dan 8 Agustus 2025 lalu, Tim MAGMA Entertainment yang terdiri dari Charles Gozali (Director); Imron Ayikayyu (Co. Director) dan Haryanto (Media Sosial Supporting) memenuhi undangan Kang Cecep Arif Rahman sebagai pendiri Padepokan Pencak Silat Kasundan, untuk hadir dalam acara Kasundan International Silat Camp (KISC) 2025 Ketiga yang digelar sejak 1 sd 8 Agustus 2025. Selain dari Indonesia, peserta KISC 2025 juga berasal dari mancanegara antara lain dari Belanda, Perancis, Amerika, Jepang, Singapura ikut berlatih bersama di Kasundan International Silat Camp.

Impresif. Uniknya, acara pembukaan KISC 2025 digelar pada 8 Agustus 2025 yang justru merupakan hari terakhir penyelenggaraan KISC 2025. Acaranya sendiri berlangsung meriah bertempat di Gedung Bela Diri, Sarana Olahraga RAA Adjiwidjaja, Garut Jawa Barat. Membuka acara Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon yang menegaskan tekad pemerintah untuk mendorong seni pencak silat sebagai identitas kebudayaan bangsa. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pemuda Olah Raga, Taufik Hidayat; Wakil Ketua (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard; Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina; dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Dicky Chandra.
Sejumlah perwakilan padepokan dari luar Garut seperti dari Jakarta, Bandung, Sukabumi, Banten dan juga para peserta KISC 2025 mancanegara unjuk kebolehan menyajikan atraksi pencak silat.Tim Padepokan Kasundan sebagai tuan rumah menjadi peserta yang tampil paling atraktif dan menarik. Sebagai acara pamungkas, panitia menggelar talkshow tentang “Potensi dan Prospek Pencak Silat Di Layar Film” dengan mengundang Kang Cecep Arif Rahman, aktor yang juga pendiri Padepokan Kasundan; Iko Uwais, aktor; Yayan Ruhiyan, aktor; dan Sutradara Qodrat 2, Charles Gozali. Ketiganya saling tukar pembahasan mengenai potensi mengedepankan pencak silat sebagai budaya dan tradisi beladiri bangsa di layar lebar masih terbuka luas

Tradisi. Sehari sebelumnya, Charles dan Imron berkesempatan menjajal tradisi Keceran di Padepokan Kasundan. Bersama para murid padepokan, peserta KISC mancanegara, dan para tamu undangan lainnya, termasuk Azka Corbuzier, kami duduk melingkar menghadap ke arah Dewan Guru Kasundan. Acara dibuka dengan penjelasan mengenai filosofi tradisi Keceran yang pada dasarnya mengajak seluruh peserta mengenali hakikat sebagai manusia yang berasal, bergerak dan kembali kepada penciptanya. Usai penjelasan, nama para peserta dipanggil satu persatu secara bergiliran duduk di atas hamparan kain putih yang dilipat menghadap pimpinan ritual. Di sekeliling peserta sejumlah makanan dan minuman seperti: air, susu, teh, kopi juga bunga rampai di dalam wadah berair tersaji sebagai perlengkapan upacara. Disaksikan semua peserta, pimpinan dewan guru akan meneteskan air bunga Korejat ke mata para peserta disusul meneguk air Kelapa muda. Konon jika pandangan mata bersih, maka rasa perih akan berlangsung singkat dan pandangan akan kembali seperti semula. (MM@)